Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Berdirinya Koperasi Jamu Indonesia Kabupaten Sukoharjo

Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo semula merupakan pra koperasi, maksudnya adalah suatu wadah organisasi yang belum berbadan hukum dan beranggotakan para Pengrajin Jamu di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.

Organisasi ini mulai dirintis tahun 1977 dimana kojai saat itu masih bergabung dalam wadah Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI) dengan ketuanya saat itu Drs.Moertedjo yang saat itu sebagai wakit ketua GPJI Pusat. Kojai ditahun 1977 beranggotakan 15 pengrajin jamu.

Pada tahun 1989 di Jakarta, diadakan seminar dan pekan Jamu seluruh Indoensia, serta serah terima jabatan dari Bapak Drs.Moertedjo kepada Ibu BRA Moeryati Sudibyo, dengan perubahan nama GPJI menajdi GP (Gabungan Pengusaha) Jamu dan Obat Tradisional.

Kojai sejak awal mempunyai kegiatan utama menghimpun pengrajin jamu, melakukan pembimbingan, serta pengarahan bagaimana membuat jamu yang sehat, aman, dan baik (baik itu jamu dalam bentuk serbuk maupun jamu gendong.

Selain melakukan pembinaan pada pengrajin jamu gendong, Kojai memberikan fasilitas kepada para anggotanya untuk kemudahan dalam pengurusan perizinan, baik pendaftaran izin prinsip IKOT, maupun pendaftaran izin edar produk (TR) obat tradisional secara kolektif.

Pada tanggal 30 juli 1995, organisasi tersebut resmi berbadan hukum, dengan nomor: 1246/BH/KWK II/VII/1995/30 juli 1995, dengan nama organisasi Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) yang diketuai oleh Ny.Suwarsi Moertedjo dengan anggota 30 pengrajin jamu. Seiring dengan perkembangan Pengrajin jamu di kabupaten Sukoharjo, Kojai mengalami perkembangan yang pesat. Hingga akhirnya pada tahun 2009 Kojai berangotakan 72 anggota.

Kepercayaan terhadap Kojai pun tidak semata-mata berasal dari para anggotanya. Dibuktikan pada tahun 2005, Kojai mendapatkan kepercayaan dari pemerintah berupa dana APBD, serta dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM. Dengan kerjasama yang baik diantara pengurus dan anggotanya, akhirnya dana tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga tidak ada kesulitan pada saat pengembaliannya.

Sebagai sebuah organisasi yang legal dan terpercaya, Kojai Sukoharjo mempunyai 3 prinsip yang akan senantiasa diingat oleh segenap pengurus dan anggotanya, yaitu:
1. Persatuan
2. Kejujuran
3. Kedisiplinan.

Prinsip di atas, dituangkan Kojai Sukoharjo pada komitmen wajib bagi seluruh anggotanya, yaitu pernyataan dari semua anggota untuk tidak mencampur

Bila pada banyak koperasi yang menjadi kendala adalah masalah keuangan, maka bagi Kojai hal tersebut tidaklah menjadi persoalan atau beban bagi anggotanya. Kojai terus bertekad untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada seluruh anggotanya dalam meringankan dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anggotanya.

Saat ini, dalam melakukan kegiatannya sehari-hari Kojai Sukoharjo berkantor di sebuah rumah sewa di jalan Mayor Sunaryo nomer 8, Sukoharjo. Walaupun demikian, Kojai tetap dapat memberikan kenyamanan dalam berkonsultasi dan menggerakkan semua kegiatan yang telah ditetapkan.

November 27, 2009 - Posted by | Anggota Kojai, Berita Jamu Indonesia, Info Kegiatan Kojai, Tentang Kojai Sukoharjo | , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: