Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Pensiun Picu Semangat Wirausaha

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Maryland di College Park, Wilayah Prince George, Maryland, Amerika Serikat menunjukkan, seseorang yang tetap bekerja di bidangnya meski telah pensiun dapat lebih menikmati kesehatan fisik dan mental dibandingkan mereka yang berhenti bekerja sepenuhnya atau beralih ke bidang kerja lain.

Seperti yang dilakukan oleh dr H Tunjung MSc, dokter kulit dan kecantikan yang kini membuka praktiknya di Semarang dan Solo.Kendati sudah memasuki tahun ketujuh masa pensiun, tetapi semangat bekerjanya justru semakin membara. Lantaran menurutnya dengan berwirausaha, kehidupannya menjadi tak terikat oleh waktu formalitas.

“Memang seorang bisnisman harus lebih kreatif ketimbang menjadi pegawai. Karena itu, saya lebih bangga menjadi pebisnis sukses ketimbang profesor maupun pejabat sukses,” tutur bapak dari dua anak ini.

Sebab, menurutnya untuk meraih kesuksesan, seorang pebisnis lebih banyak memutar otak dan tenaga ketimbang dua profesi yang disebutkannya. Seperti kata mutiara yang dikutipnya dari Hermawan Kertajaya bahwa berwirausaha itu merubah peluang oportunity menjadi profit.

“Tetapi menurut saya, hal itu belum lengkap jika tidak ada keberanian dalam berspekulasi. Terpenting pebisnis itu meraih kesuksesan dengan jujur dan tidak sogok sana-sini. Dukungan keluarga pun sangat diperlukan,” lanjutnya.

Seperti dilakukannya dalam merintis rumah kecantikan di tahun 2003 lalu, setelah memasuki masa pensiun. Sebelum pensiun, dokter lulusan UGM Yogyakarta itu melanglang buana ke beberapa rumah sakit negeri di Nusantara. “Saya masih ingat, waktu tahun 1980 lalu, golongan saya masih 3A dengan gaji saya kurang dari Rp 30.000.

Pendidikan impian di spesialis bedah plastik pun saya urungkan, lantaran gaji saya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dengan sederhana,” katanya dokter berusia 62 tahun itu.

Ketika waktu pensiun tiba, ia langsung membuka “The House of dr Tunjung” di Jalan Diponegoro Semarang, Jati Raya Banyumanik Semarang, dan Adisucipto Solo, dengan dana dari uang pensiun. “Saat itu, saya mendapat uang pensiun yang langsung diberikan penuh sejumlah Rp 500juta. Uang itu semuanya saya gunakan untuk modal usaha membuka rumah kecantikan,” cerita dr Tunjung.

Terus Belajar

Meski sudah mengenyam pendidikan akupuntur  dan kecantikan, ia tak segan-segan untuk selalu belajar berbagai hal mengenai yang berhubungan dengan profesinya itu. Hingga pada akhirnya ia menemukan ramuan teh herbal untuk menurunkan berat badan, yang hanya dijual ditempat praktiknya lantaran jumlahnya masih terbatas.

”Misi saya selain mencukupi kebutuhan hidup kelaurga dan orang-orang yang ikut dengan saya, juga membahagiakan pasien saya dengan memberikan pelayanan maksimal dan tidak berbohong,” tandas dokter yang saat ini memiliki 19 orang tenaga pekerja itu.

Sebab, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bukan merupakan tujuan utamanya. Oleh sebab itu lah, kliniknya ditujukan bagi segmen menengah ke bawah. “Orang-orang menengah kebawah pun juga butuh kesehatan dan kecantikan, tidak harus dengan biaya yang besar. Terakhir, komunikasi yang baik dengan pasien pun harus terjalin.

Sumber: Suara Merdeka Cetak

November 27, 2009 - Posted by | Ide Bagus, UKM | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: