Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Presiden Buka Symposium Jamu

Omzet Jamu Tahun 2008 Rp 7,2 Trilyun

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara , Selasa (27/5) siang di Istana Negara Jakarta, membuka Gerakan Kebangkitan Jamu Indonesia dan Pembukaan Symposium Internasional Pertama Temu Lawak . Presiden yakin, jamu, obat-obatan, dan kosmetika tradisional Indonesia bisa bangkit. Produk-produk berbasis tumbuhan merupakan budaya dan peradaban bangsa.

Dalam sambutannya Presiden SBY minta agar Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) untuk terus meningkatkan produk tradisional tersebut lebih luas lagi, dengan bekerja sama KADIN dan Departemen Perdagangan untuk menjadikan Jamu, obat-obatan, dan kosmetika tradisional menjadi produk unggulan Indonesia. Karena itu .”Saya mengajak seluruh rakyat melalui GP Jamu untuk mendayagunakan seluruh potensi, tingkatkan daya saing dan bangun peradaban bangsa dengan melestarikan tradisi yang diwariskan pendahulu kita. Saya ingin ketiganya dikaitkan agar jamu dan kosmetika tradisional jadi keunggulan bangsa kita,” kata Presiden SBY

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang, saat ini industri jamu telah menyerap tenaga kerja sekitar 15 juta orang.” Tiga juta diantaranya terserap di industri jamu, sedangkan dua belas juta terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, food suplemen, spa , aroma terapi dan kosmetik,” ujar Charles saat menyampaikan laporan. Ditambahkan, omzet jamu yang semula Rp 2,7 triliun, diperkirakan pada akhir 2008 akan mencapai Rp 7,2 triliun, termasuk produk kosmetika, makanan dan minuman .

Sementara itu, Menko Kesra dalam sambutannya mengatakan di era modern saat ini , jamu memiliki dimensi yang luas , yaitu dimensi kesehatan, dimensi industri dan dimensi pariwisata. “Jamu sebagai obat penyakit dan untuk menjaga kesehatan dikembangkan dalam bentuk obat tradisional, herbal terstandar dan fitofarmaka. Saat ini terdapat 3 ribu jenis tanaman yang sudah diidentifikasi berpotensi, seribu jenis tanaman berkhasiat jamu, dan tiga ratus jenis diantaranya sudah digunakan secara teratur,” kata Aburizal.

Usai membuka acara itu. Presiden SBY didampingi Ibu Ani meninjau pameran jamu diteras belakang Istana Negara berbagai macam hal dipamerkan mulai bahan jamu umnggulan Indonesia, seperti temulawak, jahe, kencur, pegagan , sambiloto, plus seledri, kunyit, plus gaharu dan kayu putih. Ditampilkan pula para pedagang jamu bakul, serta produk industri modern. Presiden SBY juga menyaksikan pemberian bantuan Kredit Usaha Rakyat dari Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI untuk pedagang usaha kecil jamu, empon-empon.

Symposium Internasional ini akan berlangsung selama dua hari (27-28) Mei 2008, di IPB International Convention Center (IICC), diikuti 300 peserta dan sekitar 250 ahli dan peneliti dari berbagai negara di dunia. Juga dilakukan pencanangan Brand Indonesia pada 4 Maret 2008 oleh berbagai pihak atas prakarsa dan difasilitasi Kantor Menko Perekonomian.

Tampak hadir antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu , Menkumham A.Mattalatta, Menkop UKM Surya Dharma Ali, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Dirut BRI, Dirut bank Mandiri, Dirut BNI, Ketua Kadin MS Hidayat, Jaya Suprana, Martha Tilaar, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)

November 26, 2009 - Posted by | Berita Jamu Indonesia | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: