Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Persepsi Terhadap Produk Jamu Harus Ditingkatkan

SEMARANG–MI:Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan persepsi publik terhadap produk jamu harus ditingkatkan agar bisa bersaing dengan produk sejenis dari China dan Korea.

Kualitas produk kita tidak kalah jika dibandingkan dengan ginseng dan produk dari China. Namun kita harus mau menggunakannya, katanya saat berkunjung ke pabrik jamu Sido Muncul di Ungaran, Jawa Tengah (jateng), Kamis (21/5).

Hal tersebut dikatakannya saat melakukan temu wicara dengan sejumlah pengusaha jamu. Dalam kunjungan ke Jateng tersebut, selain didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Wapres juga didampingi Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Presdir PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan sejumlah pejabat Pemprov lainnya. Hadir pula sejumlah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) seperti Dradjad Wibowo dan Alvin Lie.

Kalla menjelaskan, persepsi konsumen tentang produk ginseng dari Korea selama ini membuat harga produk itu mahal. Kenyataannya produk tesebut tetap dibeli masyarakat.

Begitu pun dengan produk herbal dari China yang kualitasnya belum tentu lebih baik dari produk jamu Indonesia. Jadi ini masalah persepsi di samping harus dibuktikan khasiatnya bagus, ujarnya.

Menurut Kalla, untuk memperkuat persepsi tersebut semua pihak termasuk masyarakat juga harus mau menggunakannya. Jadi jangan hanya berbicara saja, termasuk para pejabat.

Kalla memberi contoh kenaikan omzet produk sepatu Cibaduyut, Jawa Barat, setelah dirinya ikut mendorong para pejabat untuk menggunakan sepatu produk dalam negeri tersebut. Sepatu Cibaduyut dari pasar menengah ke bawah langsung saya pakai kemana-mana, menteri pun saya sweeping, ungkapnya.

Kini omzet penjualan sepatu Cibaduyut naik 40%. Jadi ongkosnya murah hanya dengan menaikkan persepsi, ujarnya.

Kalla juga mengakui dirinya tidak keberatan disebut beriklan selama tujuannya untuk memperkuat persepsi produk dalam negeri. Biarlah saya gratis untuk ongkos iklan dia, ujar Kalla yang dalam kesempatan kunjungan tersebut bersedia difoto bersama bintang iklan Mbah Maridjan dan Irwan Hidayat.

Menurut Kalla mengangkat persepsi produk jamu bukan berarti anti produk mahal. Namun, perlu diciptakan cara bagaimana masyarakat mencintai produk lokal seperti produk jamu. Dengan mencintai produk lokal maka kemandirian ekonomi juga akan bisa tercapai, katanya.

Irwan Hidayat menambahkan, saat ini ada 1.300 pengusaha jamu di Indonesia. Namun omzetnya masih kurang dari Rp5 triliun. Berbeda dengan produk farmasi yang omzetnya mencapai Rp40 triliun, ujarnya.

Padahal, tambah Irwan, di Indonesia terdapat 30 ribu spesies tanaman yang berpotensi dijadikan tanaman obat. Namun kenyataannya pemanfataannya masih kalah dengan China, ujarnya. (Che/OL-01)

November 26, 2009 - Posted by | Berita Jamu Indonesia | , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: