Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Jateng Diusulkan Jadi Penggerak Koperasi Nasional

Selasa, 29 Sept 2009 21:12:03 WIB | Oleh : Zuhdiar Laeis

Semarang, 29/9 (ANTARA) – Jawa Tengah diusulkan menjadi penggerak koperasi nasional mengingat kontribusi koperasi di provinsi itu cukup tinggi terhadap keuangan mikro secara nasional.

“Jateng telah memberikan kontribusi untuk ukuran koperasi berkualitas secara nasional sekitar 12,6 persen,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Abdul Sulhadi, di Semarang, Selasa.

Ia menyebutkan, secara nasional jumlah koperasi berkualitas saat ini sebanyak 42.267 unit, di antaranya sebanyak 5.333 unit tersebar di beberapa daerah di Jateng.

“Jumlah koperasi berkualitas ditargetkan akan bertambah menjadi sebanyak 70 ribu unit atau minimal meningkat sekitar 12 ribu unit dari jumlah semula,” katanya.

Menurut dia, kontribusi koperasi di Jateng terhadap perekonomian mikro secara nasional juga ditandai dengan meningkatnya jumlah koperasi di provinsi tersebut dibandingkan pada 2008.

“Pada 2008, keseluruhan jumlah koperasi yang berada di wilayah Jateng hanya sekitar 17 ribu unit, namun pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 24 ribu unit,” katanya.

Pihaknya telah menyampaikan usulan agar Jateng menjadi penggerak koperasi nasional kepada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jakarta.

Ia mengatakan, lima kabupaten dan kota di Jateng yang diusulkan sebagai daerah penggerak koperasi yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Surakarta, dan Cilacap.

Sebelumnya, katanya, pihaknya juga telah mengusulkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM agar dua daerah lainnya yaitu Kabupaten Karanganyar dan Wonogiri juga sebagai penggerak koperasi.

“Mengenai usulan tersebut, saat ini sedang dalam tahapan verifikasi di tingkat Kementerian Koperasi dan UKM,” katanya.

Menurut dia, usulan tersebut merupakan apresiasi terhadap kinerja koperasi di Jateng yang cukup baik.

Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, mengatakan, koperasi merupakan gerakan yang cukup penting untuk membangun perekonomian masyarakat sehingga harus selalu mendapatkan dorongan guna pengembangan usaha itu.

“Koperasi sebagai lembaga keuangan mikro selalu menjaga eksistensinya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pemprov Jateng selama dua tahun terakhir menambah alokasi anggaran cukup tinggi untuk mendukung kinerja koperasi.

Ia menyebutkan, anggaran untuk koperasi pada 2008 sekitar Rp24 miliar atau meningkat cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp6,9 miliar.

“Peranan koperasi disadari dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan usaha kecil dan mikro, sehingga harus dioptimalkan,” kata Bibit. s

November 26, 2009 - Posted by | Berita tentang BKO | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: