Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

TERKAIT FATWA MUI ; Petani Tembakau Agar Alih Tanaman

TERKAIT FATWA MUI ; Petani Tembakau Agar Alih Tanaman
09/02/2009 08:35:41 UNGARAN (KR) – Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo meminta kepada para petani tembakau agar segera beralih menanam tanaman lainnya yang lebih produktif dan termasuk salah satu unggulan. Selain itu imbauan ini juga terkait dengan keluarnya fatwa MUI yang mengharamkan rokok.

Pernyataan ini ditegaskan Bibit Waluyo saat bertemu dengan Masyarakat Perkebunan Jateng di Kampoeng Kopi Banaran, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, Jumat. “Keluarnya fatwa MUI soal haramnya rokok, sudah melalui diskusi dan pertimbangan yang matang terlepas dari kurang dan lebihnya. Kami imbau petani tembakau beralih ke tanaman lainnya,” ujar Bibit Waluyo.

Menurut gubernur banyak tanaman unggulan yang lebih produktif dan lebih menghasilkan asal dikelola dengan baik.Dimasa sulit seperti sekarang, pemberdayaan lahan pertanian baik perkebunan maupun persawahan sangat tepat sekali. Sebab, dampak krisis ekonomi tidak begitu berpengaruh di sektor pertanian. Sebaliknya, sektor ini dapat menopang dampak yang terjadi akibat krisis ekonomi. Pemprop Jateng siap mendukung dan memberikan bantuan demi suksesnya program pemberdayaan perkebunan,” kata Gubernur Jateng.

Dijelaskannya, di wilayah Jateng masih banyak lahan perkebunan yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Selain itu pengalaman yang terjadi begitu masa tanam tiba petani kebingungan pupuk dan ketika panen tiba harga turun. “Pemerintah Jateng siap untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” janjinya. Sementara itu, fatwa MUI tentang larangan rokok disambut oleh Pemkot Pekalongan.

Bahkan semua baliho dan spanduk yang ada sponsor rokok tidak lagi diperbolehkan alias dilarang. Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, kemarin membenarkan jika langkah itu dilakukan sebagai salah satu untuk mengurangi keinginan masyarakat mengonsumsi rokok. Diakui, meski langkah itu mengandung konsekuensi hilangnya pajak yang masuk kas daerah sekitar Rp 900 juta per tahun, namun bagi Pemkot Pekalongan tidak menjadi masalah, karena bisa diupayakan pemasukan dari sektor lain.

Menurutnya merokok adalah perbuatan egois dan pengecut, karena apa yang dilakukan tidak ditanggung sendiri tetapi orang lain ikut merasakan kerugian akibat asap rokok itu yang bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi orang lain yang tidak merokok, “ sudah selayaknya perokok aktif disediakan area khusus,” ujarnya. (Sus/Riy/Yhr)-g

November 21, 2009 - Posted by | Info Pemerintah, Ojo Ngerokok Pak! | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: