Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Masyarakat Hutan Diminta Kembangkan Tanaman Jamu

Jumat, 17 Oktober 2008 Purworejo, CyberNews. Masyarakat Jawa Tengah yang tinggal di sekitar hutan diminta mengembangkan tanaman jamu. Permintaan pasar terhadap sejumlah komoditas tanaman jamu saat ini cukup tinggi, bahkan produksi yang ada tidak sebanding dengan permintaan, sehingga harganya lumayan tinggi.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Jateng Bibit Waluyo saat menggelar dialog dengan anggota lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) Kedu Selatan di Wana Wisata Kusumo Asri Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo. “Silakan masyarakat hutan mengembangkan tanaman jamu, pasarnya terbuka luas,” katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengungkapkan, usai dilantik beberapa waktu lalu dirinya langsung memanggil empat pengusaha jamu tradisional. Yaitu jamu Nyonya Menir, Sido Muncul, Cap Jago, dan Leo. Para pengusaha jamu itu “ditanting” mau tidak membeli bahan baku dari wilayah Jawa Tengah.

Dari hasil pertemuan itu, para pengusaha jamu berkomitmen siap menyerap produk pertanian tanaman jamu. Bahkan berapa pun akan diserap dengan catatan produknya sesuai dengan standar yang diminta. Jika serius para pengusaha jamu siap bekerjasama dengan menyediakan benih.

“Dalam waktu dekat akan ada tim yang melakukan survei. Saya sudah minta agar koordinasi dengan Dinas Pertanian yang ada di masing-masing kabupaten. Jadi Dinas Pertanian siap-siap saja,” katanya.

Diungkapkan Bibit, sejumlah komoditas tanaman jamu yang banyak dibutuhkan perusahaan jamu antara lain jahe, temu lawak, kencur, kapulogo, dan masih banyak yang lain. “Asal kita mau giat bekerja, pasti bisa. Manfaatkan potensi yang ada,” katanya.

Menurut Bibit, sistem kerjasama antara masyarakat dengan Perum Perhutani dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) sudah sangat tepat. Masyarakat bisa memperoleh hasil dari sekitar hutan dan aset Perhutani juga aman dari tindakan-tindakan yang merugikan.

Pengembangan Wisata

Pada bagian lain Bibit mendukung pengembangan obyek wisata Kusumo Asri yang ada di Desa Mayungsari. Menurut Bibit, Kusumo Asri sangat layak untuk dijual. “Bahkan kesegaran udara dari wilayah sini bisa dijual ke investor luar negeri. Saya siap membawa investornya kesini,” tambahnya.

Jika potensi wisata itu dikembangkan, sambungnya, dampaknya luar biasa karena akan mampu menciptakan peluang kerja dan pada gilirannya berdampak pada perkembangan ekonomi pedesaan. “Jadi bisa mengurangi angka urbanisasi karena hidup di desanya ternyata juga bisa sejahtera,” katanya.

Ketua LMDH Kedu Selatan, H Sudiyo berharap Pemkab Purworejo maupun Pemprov Jateng bisa membantu LMDH dalam pengembangan obyek wisata tersebut. Yakni dengan penambahan fasilitas wisata sehingga bisa mengundang wisatawan datang.

Fasilitas wisata yang ada baru kolam pemancingan, area pembibitan tanaman, aneka satwa, aula pertemuan, bumi perkemahan, dan wisma penginapan. “Mohon bantuannya untuk peningkatan akses jalan dan infrastruktur listrik,” katanya.

Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Ir Dwi Witjahjono MBA mempersilakan obyek itu dikembangkan. “Perhutani hanya minta aset yang ada dijaga. Kita akan buat perjanjian pengelolaan. Kalau nantinya sudah berhasil, Perhutani siap sharing, 60 % untuk LMDH sisanya 40 % untuk Perhutani. Itupun akan dikembalikan kepada masyarakat lagi,” paparnya

(Nur Kholiq /CN09)

November 20, 2009 - Posted by | Berita Jamu Indonesia | , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: