Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Lestarikan lahan hutan Pemkab Pacitan dan BP Das Bengawan solo kembangkan wana farma

Kendati Kecamatan Bandar dan Nawangan telah dikenal puluhan tahun sebagai penghasil empon-empon, namun petani setempat belum manikmati hasil optimal. Ini karena adanya kendala pemasaran. Belum adanya pembeli yang permanen, membuat tengkulak lebih banyak berperan. Akibatnya harga di pasaran
cenderung berubah-ubah.

Sebagai ilustrasi, harga jual kunyit pada hari biasa mencapai  2.500 rupiah per kilogram. Namun saat panen, harga jualnya tinggal 300 rupiah per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada beberapa jenis komoditi lainnya.

Menyikapi hal itu, seperti kata kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pacitan Suyatno pemerintah daerah berusaha mencari solusi terbaik, khususnya dalam menstabilkan harga, Hal tersebut dimaksudkan agar saat panen besar dan hari biasa, selisih harga jual tidak berbeda jauh.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan setampat juga sedang berusaha mencarikan bantuan alat pengeringan. Pasalnya selama ini petani empon-empon di dua kecamatan itu masih melakukan proses pengeringan secara tradisional, menggunakan panas matahari, sehingga membutuhkan waktu cukup lama.

Selain kedua hal tadi, untuk mengolah hasil panen yang baik petani juga harus mendapat pemahaman teknis dan pemasaran. Untuk itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisonal, Solo. Untuk membuka pangsa pasar, pihaknya mengundang sebuah koperasi jamu asal sukoharjo, (jateng).

Masih terkait prospek budi daya empon-empon di pacitan, ketua panitia pembina ilmiah Balai Besar Penelitian Sugeng Sugiarso mengatakan, petani perlu mengetahui proses mulai hulu hingga hilir.

Disisi lain, juga perlu pemahaman teknis menyangkut empon-empon dan tanaman obat lainnya. Terlebih, saat ini banyak tanaman obat yang mulai langka. Padahal angka permintaan sangat besar. Ia mengakui, tidak semua masyarakat mengetahui jenis tanaman obat tersebut. Meskipun, tanaman jenis itu banyak tumbuh di sekitar pekarangan. [ Pacitan Online , [ 29/05/2009, 14:21 WIB ]]

November 17, 2009 - Posted by | Berita Jamu Indonesia | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: