Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

3 Produk Jamu Disita

[ Minggu, 27 Juli 2008 ]

SUKOHARJO – Jamu mengandung bahan kimia juga beredar di Sukoharjo. Tiga produk jamu tersebut terpaksa disita petugas dari Pemkab Sukoharjo, karena terbukti menyalahi aturan. Selain mengandung bahan kimia, produk tersebut juga tidak mencantumkan kode produksi, dan sudah kadaluwarsa.

Tiga produk jamu itu adalah merek Heiping produksi Sukoharjo, jamu kapsul merek Pasak Bumi produksi Kalimantan dan jamu merek Monalisa produksi Tangerang. “Ketiga produk ini disita karena terbukti memiliki tingkat kesalahan yang berbeda,” tegas Bambang Gunarko, kasi Sarana dan Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi(Disperindagkop) Sukoharjo saat memimpin tim gabungan dala razia jamu berbahaya kemarin(26/7).

Jamu merek Heiping terpaksa disita karena tidak mencantumkan kode produksi. Selain itu merek jamu itu mirip dengan jamu merek Haiping yang sudah mengantongi izin produksi dan aman dari bahan berbahaya.

Kesalahan serupa juga terjadi pada jamu merek Monalisa yang tak mencantumkan kode produksi. Sementara kesalahan jamu kapsul ekstrak merek Pasak Bumi karena sudah kadaluwarsa. “Tanggal kadaluwarsa jamu kapsul ekstrak Pasak Bumi 13 Februari 2008, tapi sampai saat ini masih dijual, jadi terpaksa kami sita. Karena membahayakan masyarakat,” bebernya.

Terpisah staf Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sukoharjo Sahrodji menambahkan, kegiatan ini akan rutin dilakukan. Sebab sampai saat ini masih ditemukan pedagang yang menjual jamu yang membahayakan konsumen. “Kami imbau kepada pedagang termasuk pembeli jeli saat membeli jamu. Dilihat dulu apakah sudah sesuai aturan,” ujar Sahrodji.

Aturan itu berupa kewajiban produsen mencantumkan kode produksi serta izin resmi. Selain itu tanggal kadaluwarsa juga harus dilampirkan.

Atas razia ini pedagang mengaku senang karena sebelumnya tak paham. Informasi yang mereka miliki terbatas, akibatnya predaran jamu yang mengandung bahan kimia berbahaya masih terjadi. “Kurang sosialisasi Mas, jadi saya sebelumnya tidak tahu mana yang boleh dijual. Kalau seperti inikan saya jadi tahu,” ujar Ny Sugiono, salah satu pedagang jamu di Pasar Sukoharjo.

Hal senada diungkapkan Jamal, salah satu karyawan toko jamu di Sukoharjo. “Kami biasanya hanya menerima jamu yang sudah dikenal orang karena aman. Dan untuk produk jamu keluaran baru sering kami tolak karena kurang aman,” tegas Jamal. (im, pada jawapos)

Iklan

November 17, 2009 - Posted by | Berita Jamu Indonesia, Tentang Kojai Sukoharjo | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: