Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Pengusaha Jamu Minta Pemerintah Tertibkan Klinik

Semarang, Gabungan Pengusaha (GP) Jamu meminta pemerintah segera bertindak tegas terkait maraknya iklan klinik kesehatan di berbagai media cetak tiga bulan terakhir. Iklan tersebut secara eksplisit menyebutkan bisa mengobat penyakit-penyakit berat seperti kanker dsb.

“Ini sebenarnya akal-akalan saja untuk menjual produk obat tradisional mereka. Padahal jelas-jelas produsen jamu dilarang menyebutkan produknya sebagai obat, lha ini malah kliniknya berdiri di mana-mana. Jelas menyesatkan,” tegas Ketua GP Jamu Charles Saerang, Senin (3/8).

Dia menambahkan jamu bersifat terapi sehingga membutuhkan keteraturan mengonsumsi sebelum hasilnya terasa tetapi dengan khasiat yang juga tinggal lebih lama.

“Jadi kita harus waspada kalau khasiat jamu justru terasa langsung begitu diminum,” tegasnya.

Jamu semacam itu tambah dia, berarti telah dicampur dengan bahan kimia dan bisa jadi bahan kimia obat yang termasuk dalam daftar G.

Praktik klinik tersebut menurutnya akan berdampak pada citra jamu tradisional sekaligus berpotensi menurunkan omzet. Dia menyayangkan pemerintah baik Depkes maupun BPOM yang terkesan lambat menindaklanjuti meski pihaknya telah mengirim surat sejak tiga bulan lalu.

Nah anggota kami harus memperbarui Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)  secara rutin. Tapi malah praktik semacam klinik ini dibiarkan menjamur padahal jelas merugikan konsumen,” tuturnya.

November 19, 2009 Posted by | Artikel Kesehatan, Berita Jamu Indonesia, pengobat tradisional | , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.