Koperasi Jamu (KOJAI) Sukoharjo

Just another WordPress.com weblog

Pendapat Pak Bibit tentang Rokok

Gubernur Jawa Tengah, H BIBIT WALUYO:

“ROKOK ITU TIDAK ADA MANFAATNYA, MALAHAN MENIMBULKAN PENYAKIT BAGI TUBUH KITA.

Tapi kenapa masih banyak orang2, khususnya remaja2 yg mengonsumsinya.

SAYA YG SUDAH 61 TAHUN INI BELUM PERNAH MENGHISAP ROKOK SEBATANGPUN, karena saya tahu KALAU SEKALI MENGHISAP BISA KETAGIHAN dan timbul penyakit.” Radar pekalongan, 29/10-09.

November 27, 2009 Posted by | Artikel Kesehatan, Ide Bagus, Ojo Ngerokok Pak! | , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Matikan Rokok, Sebelum Rokok Mematikan Anda!

Mari berhenti merokok! Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh RS Pusat Kanker Nasional Dharmais mengatakan, 90 persen kanker paru dan 30 persen kanker lainnya akan dapat dicegah dengan cara berhenti merokok.

Lebih lanjut juga dituliskan apa saja manfaat yang dapat kita peroleh jika berhenti merokok. Pertama, dengan tidak lagi merokok berarti kita mengurangi risiko terkena serangan jantung, kanker paru, penyakit paru kronik, obstruktif, stroke, tukak lambung, hambatan pertumbuhan janin, gangguan kehamilan dan persalinan, impoten dan infertilitas, dan osteoporosis.

Penyakit tersebut siap menyerang kita karena di dalam satu batang rokok ada setidaknya 4.000 bahan kimia, 400 di antaranya beracun dan kira-kira 40 di antaranya dapat menyebabkan kanker. Ada 3 racun yang paling berbahaya, yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida. Nikotin yang hanya butuh 10 detik untuk mencapai otak membuat kita ketagihan.

Kedua, bernapas dengan lebih mudah dan mempunyai stamina yang lebih baik. Ketiga, menghemat pengeluaran kita dari membeli rokok. Jika dalam sehari kita menghabiskan sebungkus rokok, maka kira-kira kita akan menghemat Rp. 5.475.000 selama setahun. Jika lebih dari sebungkus, maka semakin banyak penghematan yang kita lakukan.

Keempat, menghemat biaya pengobatan dan pembayaran asuransi. Kelima, mempunyai gigi yang lebih bersih, napas, baju, kamar, rumah, dan mobil yang tidak berbau.

Keenam, ini yang sangat penting bahwa dengan berhenti merokok kita menyelamatkan orang-orang di sekeliling kita yang tidak merokok, terutama anak-anak dan istri kita. Karena perokok aktif hanya mengisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya diberikan kepada nonperokok.

Anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Mempersiapkan diri untuk berhenti merokok harus diawali dengan niat dan motivasi yang kuat.

Jadi, matikanlah rokok Anda, sebelum rokok mematikan Anda!

www.kompas.com, 12  mei 2009

November 26, 2009 Posted by | Artikel Kesehatan, Ojo Ngerokok Pak! | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Demi Anak, Orangtua Harus Berhenti Merokok!

Udara dalam ruangan ternyata lebih berbahaya daripada di luar ruangan. Berdasarkan penelitian American College of Allergies sekitar 50 persen penyakit disebabkan oleh polusi udara dalam ruangan. Termasuk penyakit asma.

Hal tersebut diungkap dalam Majalah Asma yang dikeluarkan Yayasan Asma Indonesia yang ditulis Dr. Tria Damayanti. Menurutnya, dari beberapa pemicu asma dalam ruangan yang patut menjadi perhatian khusus adalah asap rokok. Karena anak asma yang orangtuanya merokok beresiko lebih sering terjadi serangan asma akut, infeksi saluran pernapasan dan 6 kali lebih sering infeksi telinga dibandingkan anak yang orangtuanya tidak merokok.

Lalu dengan sangat jelas ia mengatakan, rumah penderita asma harus bebas dari asap rokok. Sekalipun mereka yang merokok tersebut merokok di ruangan lain atau ketika anak sedang tidur masih tetap berpengaruh karena zat kimia yang ditinggalkan asap rokok masih tersisa.

Lebih lanjut ia mengatakan berbagai macam polusi dalam ruangan selain asap rokok, yaitu asap obat nyamuk yang dibakar, disemprot atau menggunakan listrik dan elektrik asap dapur, hairspray, deodorant, bau yang tajam, pengharum ruangan dan pembakar sampah.

Selain itu juga terdapat pencetus asma yang dikategorikan sebagai alergen yaitu debu rumah, tungau, kecoa, jamur, kapuk dan bulu binatang seperti anjing, kucing, ayam serta burung.

Kemudian ia menambahkan, pencetus asma juga terkait dengan ventilasi yang buruk. Ventilasi seperti ini akan membuat gas hasil pembakaran saat memasak seperti nitrogen dioksida, karbon monoksida dan sulfur dioksida dapat mencapai kadar toksik akan tertahan di dalam ruangan rumah

www.kompas.com mei 2009

November 26, 2009 Posted by | Ojo Ngerokok Pak! | , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

TERKAIT FATWA MUI ; Petani Tembakau Agar Alih Tanaman

TERKAIT FATWA MUI ; Petani Tembakau Agar Alih Tanaman
09/02/2009 08:35:41 UNGARAN (KR) – Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo meminta kepada para petani tembakau agar segera beralih menanam tanaman lainnya yang lebih produktif dan termasuk salah satu unggulan. Selain itu imbauan ini juga terkait dengan keluarnya fatwa MUI yang mengharamkan rokok.

Pernyataan ini ditegaskan Bibit Waluyo saat bertemu dengan Masyarakat Perkebunan Jateng di Kampoeng Kopi Banaran, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, Jumat. “Keluarnya fatwa MUI soal haramnya rokok, sudah melalui diskusi dan pertimbangan yang matang terlepas dari kurang dan lebihnya. Kami imbau petani tembakau beralih ke tanaman lainnya,” ujar Bibit Waluyo.

Menurut gubernur banyak tanaman unggulan yang lebih produktif dan lebih menghasilkan asal dikelola dengan baik.Dimasa sulit seperti sekarang, pemberdayaan lahan pertanian baik perkebunan maupun persawahan sangat tepat sekali. Sebab, dampak krisis ekonomi tidak begitu berpengaruh di sektor pertanian. Sebaliknya, sektor ini dapat menopang dampak yang terjadi akibat krisis ekonomi. Pemprop Jateng siap mendukung dan memberikan bantuan demi suksesnya program pemberdayaan perkebunan,” kata Gubernur Jateng.

Dijelaskannya, di wilayah Jateng masih banyak lahan perkebunan yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Selain itu pengalaman yang terjadi begitu masa tanam tiba petani kebingungan pupuk dan ketika panen tiba harga turun. “Pemerintah Jateng siap untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” janjinya. Sementara itu, fatwa MUI tentang larangan rokok disambut oleh Pemkot Pekalongan.

Bahkan semua baliho dan spanduk yang ada sponsor rokok tidak lagi diperbolehkan alias dilarang. Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, kemarin membenarkan jika langkah itu dilakukan sebagai salah satu untuk mengurangi keinginan masyarakat mengonsumsi rokok. Diakui, meski langkah itu mengandung konsekuensi hilangnya pajak yang masuk kas daerah sekitar Rp 900 juta per tahun, namun bagi Pemkot Pekalongan tidak menjadi masalah, karena bisa diupayakan pemasukan dari sektor lain.

Menurutnya merokok adalah perbuatan egois dan pengecut, karena apa yang dilakukan tidak ditanggung sendiri tetapi orang lain ikut merasakan kerugian akibat asap rokok itu yang bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi orang lain yang tidak merokok, “ sudah selayaknya perokok aktif disediakan area khusus,” ujarnya. (Sus/Riy/Yhr)-g

November 21, 2009 Posted by | Info Pemerintah, Ojo Ngerokok Pak! | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.